♠️ Berharap Hanya Kepada Allah Rumaysho

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak.” (Q.S. An Nisa’: 36). Dalam Surat Luqman ayat ke-14 Allah berfirman (yang artinya), “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” Hanya itu, iman, pasrah kepada-Nya, hanya berharap Kepadanya, sabar dengan segala cobaan, merubah setiap keadaan sebagai lahan ibadah dan pahala..insyaallah, akan jadikah hidup kita bahagia, walau manusia mengira kita paling pilunya dalam menjalani kehidupan.. padahal kita adalah paling bahagianya manusia, karena surga menanti kita.. kerinduan “Adapun hari ini, hanya sedikit ilmu yang tersisa yang ditemui pada orang-orang yang jumlahnya sedikit. Yang mengamalkannya pun sedikit. Hasbunallah wa ni’mal wakil, hanya Allah yang memberikan kecukupan dan pertolongan” (Tadzkirah Al-Hafizh, 3:1031) Ilmu yang bermanfaat tentu saja adalah ilmu yang diamalkan. Sedangkan mengenai maknanya, ada ulama yang mengatakan bahwa makna khubtsi (dengan ba’ disukun) adalah gangguan setan, sedangkan khobaits adalah maksiat. ( Syarh Shahih Muslim, 4: 71) Jadi, cara baca dengan khubtsi (dengan ba’ disukun) dan khobaits itu lebih luas maknanya dibanding dengan makna yang di awal tadi karena makna kedua berarti Orang musyrik memang mengakui bahwa Allah sebagai pencipta, namun mereka enggan menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang diibadahi. Mereka masih ingin menjadikan sekutu bagi Allah dengan sesembahan-sesembahan lainnya. Nantikan pembahasan kami dalam kekeliruan penafsiran kalimat laa ilahallah dalam posting beberapa saat mendatang. Di antara malaikat itu ada yang (bertugas) dengan kemampuannya memikul ‘Arsy. Sebagian lagi bertasbih di sekitar ‘Arsy. Yang lain mensucikan-Nya dengan memuji-Nya. Allah memilih di antara mereka (malaikat) sebagai utusan kepada utusanNya. Sebagian lagi mengatur urusan-urusan lain sesuai perintah-Nya.”. Maksudnya, beribadahlah secara kontinu (ajeg) sepanjang tahun dan jangan hanya di bulan Ramadhan saja. Semoga Allah memberi taufik. Ya Allah, mudahkanlah kami agar terus dapat beribadah kepadamu hingga maut menjemput. Diselesaikan di Panggang-GK, 27 Sya’ban 1431 H (7 Agustus 2010) Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal. Artikel www.rumaysho.com Setiap jama’ah menciptakan pola yang tidak sama dengan jama’ah lain dan meniti jalannya sendiri. Ini merupakan akibat dari tindakan yang menyalahi manhaj Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena manhaj beliau hanya satu, tidak terbagi-bagi dan tidak saling berselisihan. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. Iman kepada Allah Azza wa Jalla tidak sempurna kecuali dengan istiqâmah, yaitu istiqâmah dalam tauhid kepada Allah Azza wa Jalla dan melaksanakan ketaatan kepada-Nya. Menjaga lisan mempunyai pengaruh yang besar terhadap istiqâmah hati dan badan. Anjuran untuk introspeksi diri, apakah ia orang yang istiqâmah atau tidak, supaya ia memperbaiki Ikhlas adalah termasuk amalan hati yang perlu mendapatkan perhatian “istimewa” (secara mendalam) dan dilakukan dengan cara “istimrar” (terus menerus) di setiap kita hendak melakukan `amal `ibadah, agar amalan kita menjadi bernilai di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. PENTINGNYA AMALAN HATI. Telah kita ketahui bahwa pengertian iman إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ. “ Sesungguhnya Allah hanya menerima (amalan) dari orang-orang yang bertakwa. ” (QS. Al Ma-idah: 27)”. Ibnu Diinar mengatakan, “Tidak diterimanya amalan lebih ku khawatirkan daripada banyak beramal.”. Abdul Aziz bin Abi Rowwad berkata, “Saya Demikianlah sehingga mereka disebut hamba dinar, dirham dan seterusnya. Adapun orang yang beramal karena ingin mengharap wajah Allah semata, mereka itulah yang disebut hamba Allah (sejati). Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah. — Artikel Buletin Jumat Rumaysho #22. Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal. Artikel Rumaysho.Com Fifb.

berharap hanya kepada allah rumaysho